Showing posts with label planologi. Show all posts
Showing posts with label planologi. Show all posts

2/1/17

Pretend to be a (Real) Mayor

When I have spare time or even feeling need a vacation (but can't do that instantly of course, where are the money and the day off? LOL), I always run into my laptop and open a game, the old one actually. SIMCITY 4 DELUXE EDITION. That is name of the game. It was actually published by Maxis and EA Games in 2004. But I have still enjoyed this game until now. I did play SimCity (2013) but I didn't feel the same when I played SimCity 4. SimCity 4 is just simple yet challenging, and it really covers what urban planners must do.

The rule of this game is actually simple, but not as simple as when we play it: build the city as big as you can. First step, with your limit budget, add school, hospital, power generator, water pump, and landfill as the basic facility for your citizen candidates, to attract them come to your city. When they come and then build house to settle in, they will pay tax and continuously increase your city budget to build more. After that we can add police station, firehouse, library, museum, and other amenities of the city. If the city becomes rich, we can be rewarded with mayor statue or notable landmark as investor's interest such as radio station, tv station, or even spaceship station. To make city more attractive for tourists or just to make it prettier, we can add some landmarks. I always do this and prefer to choose "tower" building. I see that tower symbolizes dignity of the city so that my city has a true landmark (just my own preference).

Tower (btw it's CN Tower in the picture) shows city's dignity and good place for sight seeing to city landscape


In Indonesia, since last 2 years, smart city idea has been going viral. Some methods such as crime mapping, e-government, transportation system or traffic computation, etc have been provided by lots of local governments to implement the concept of smart city. Surprisingly, those kind of approaches were invented by Maxis in the gameplay since 2004! Below is the tool to monitor crime in the city. We can see the spread of crime happens in the city (yellow to red means low crime to the highest). 

Crime Mapping


SimCity 4 Deluxe Edition, which actually comprises 2 series: Simcity 4 and SimCity 4 Rush Hour, also provides transportation options to be built. There are many kinds for inner-city transportation such as bus, monorail, elevated rail, and subway. For inter-city, there are ferry, train, and plane to choose. Please be mindful that every option has price, much impressive one will cost a lot. We have to consider our budget.

Mass Rapid Transit with elevated rail. I love this one!
Below some captures of my cities I wanna show you. Sometimes I see them while imagine as if I were a tourist who enjoys trip in the city :)

City at night

Large park in the middle of city, like Central Park in New York City

I use Washington Monument to make Jakarta's Monas replica. Look at the name on the left corner :)

Golf course can be an alternative for green space within the city

University is needed if you want to build knowledge based city

Industry is good to boost both employment and technology development

Another pic with medium density buildings, highway, and elevated railway

Ferry terminal/port to allow citizens get out of the city, usually for going to work
Playing SimCity 4 is not only about building (and also demolish hahaha), but as a mayor we have to maintain city to be livable. If we can't provide what citizen needs, allocate budget for public needs imbalance, locate facility that reduces land value (like landfill, chemical research center, etc), citizen can protest and city is able to become chaos. Hahahaha I am serious. Mass protest is possible to happen in SimCity. Also, the worst thing is when your budget is negative. At specific rate (I forgot, probably -100,000 simoleons, SimCity currency) state government can wipe your city and remained citizens (bankrupt city will trigger population loss) will migrate to other city. Sounds scary, doesn't it? Hahahaha but don't worry, there is "Save" feature, so if you want to try something, just save the game before play an experiment ;)

Even though it is actually out of date (in 2017, it's officially 13 years after its initial release time. What a history!), I still enjoy play this game. If I feel bored with the feature, there is community site on internet, namely Simtropolis, that provides mod and other addition features. I once downloaded bus lane mod and allowed me to make BRT (Bus Rapid Transit) system. There are also various landmark all around the world, even Monas and Tanah Abang Market Building are provided there. Playing SimCity is a kind of cure of my boredom and shit mood.

5/1/12

Kota Kreatif, I amsterdam

 
Amsterdam adalah kota para pesepeda
Amsterdam adalah pusat di mana budaya Belanda dan dunia dilestarikan
Amsterdam adalah kota beribu kanal unik
Amsterdam adalah kota kebanggaan dari 700ribu penduduk kreatif


Amsterdam, kota di Belanda yang sangat fantastis. Di pelajaran sejarah atau geografi kita mengenal Amsterdam sebagai ibukota Belanda juga sebagai kota pelabuhan penting di Eropa bahkan dunia! Di samping peradabannya yang sudah sangat maju dan berkembang, Amsterdam tidak tinggal diam. Terus mengikuti perkembang zaman, sejak tahun 2004 Amsterdam telah mempromosikan dirinya sebagai kota wisata dengan city branding I amsterdam. Yah cukup menarik dan kreatif dengan slogan yang benar-benar gampang sekali diingat.

Branding Kota Amsterdam ini memiliki arti yang sederhana tapi bermakna luas. Menurut situs resmi www.iamsterdam.com slogan I amsterdam mengindikasikan bahwa penduduk kota Amsterdam bangga menjadi warga kota budaya ini. Amsterdam adalah kota yang berdimensi positif dengan segala keunikan yang ada di dalamnya, baik untuk penduduk maupun untuk pendatang dan wisatawan. Slogan I amsterdam juga secara tidak langsung mengindikasikan bagaimana kreatifnya para penduduk Amsterdam dan Belanda pada umumnya. Simple but touching :)

Menurut Avraham dan Daugherty (2009) city branding merupakan salah satu tindakan publikasi dan pemasaran yang disengaja untuk mengkomunikasikan suatu lokasi kepada audiens sasaran. Ya, ini sangat tepat dengan maksud dari I amsterdam!

Dutch is creative.

Dengan pencanangan I amsterdam tentu Pemerintah Belanda ingin menunjukkan kepada dunia bagaimana Amsterdam dan isinya. Tentu saja Amsterdam ingin menunjukkan pada dunia kotanya yang bersih, masyarakatnya yang ramah dan gemar bersepeda, kanal-kanal yang unik, dan kesenian yang tidak ditemukan di tempat lain. Amsterdam berhasil memadukan inovasi dan kreativitas. Setiap harinya para teknisi pintar Amsterdam harus mempersiapkan kota yang cantik dan fungsional ini tetap hidup di bawah permukaan air laut. Tidak semua kota bisa melakukannya. Itulah Amsterdam, itulah Belanda :)

Kanal Amsterdam yang Fungsional (Sumber: amsterdamcitycruises.nl)

Salah Satu Pameran Seni (sumber: venere.com)

Siap Bersepeda di Amsterdam? (Sumber: thesolutionsjournal.com)

Amsterdam Kota 1000 Museum, Di Atas Koleksi dari Cobra Museum (Sumber: www.iamsterdam.com)

Taman Bunga Tulip Keukenhof yang Fantastis (Sumber: luxique.com)
Dari branding ini tentu saja sudah dipastikan wisatawan tertarik untuk mengunjungi Amsterdam. Investasi meningkat, penduduk pun menjadi semakin nyaman hidup di kota ini. Apalagi wisatawan?

Jadi siapkah kita untuk berkata I amsterdam? :)

4/11/12

Melihat Sendiri Kota London

Pemandangan London dari London Eye, Terlihat Big Ben

Hai, apa kabar semuaaa? hahaha sudah lama sekali, saya ga pernah posting di blog ini. FYI, saya sekarang mulai migrasi ke kompasiana. Ini semua akibat promosi dari teman kakak saya yang menyarankan untuk nulis di Kompasiana karena udah pasti yang baca siapa. Kalo mau liat tulisan saya bisa klik di sini.

Postingan kali ini saya ingin bercerita tentang trip saya ke London februari lalu. Tujuan utamanya adalah mengikuti simulasi sidang PBB LIMUN di London University dan Imperial College sebagai delegasi dari Universitas Diponegoro sekaligus delegasi dari Indonesia. Hmmm... mungkin di blog ini saya ingin menjelaskan tentang bagaimana bentuk perencanaan kota di London menurut saya plus tips-tips yang saya lakukan di sana ya. Enjoy! :)

Perjalanan saya ke London dimulai tanggal 10 Februari 2012 dengan menggunakan Qatar Airways. Mungkin pada shock ya? gilaaa mewah banget naik maskapai Qatar secara maskapai 5 star. Yah boleh berpendapat begitu. Kami pun merasa aneh, ya karena di antara semua maskapai yang menuju ke London, Qatar airways lah yang paling murah saat itu. Singapore Airlines harga tiketnya sekitar 10jutaan. Begitu juga dengan AirAsia, Emirates harganya nyaris 10juta. Qatar airways saya dan teman-teman dapatkan dengan harga Rp9.115.000 PP Jakarta - via Qatar - London lo! Alhamdulillah sekali pokoknya di fasilitas bintang lima bisa kami nikmati dengan harga yang hitungannya murah.

Di London, kami mendarat di Bandara Heathrow London. Di sana kemudian kami dijemput oleh KBRI London yang kemudian kami diantar ke penginapan kami di Wisma KBRI. Penginapan malam pertama kami di wisma ini terletak di kawasan muslim di London (duh, saya lupa namanya). Di lokasi ini ada masjid besar dan universitas pendidikan Islam. Wisma KBRI yang saya tempati bersama teman-teman ini bagus. Layaknya townhouse dengan halaman di belakangnya. Ketika kami tiba di sana iklimnya sedang BERSALJU! Senangnyaaa! Akhirnya saya merasakan bagaimana salju itu hehehe

Salju! Brrrr... dingiiiin...

Saljuuuuuuu lagiii
Besoknya setelah dari KBRI kami menuju penginapan hostel kami di Astor Hyde Park Hostel di South Kensington. Hostelnya kecil terletak di pinggir jalan. Kecil-kecil tapi bersih dan fasilitasnya lumayan. Ada free breakfast berrupa sereal dan roti tawar. Ada juga free hotspot di lobby dan kitchen. Tarifnya sekitar Rp200rb per malamnya.

Kamar Hostel. Sekamar ada 9 kasur

Di London selain mengikuti konferensi tentu saja kami tidak akan melewatkan kesempatan untuk jalan-jalan. Mengunjungi Kota London yang tersohor dan terkenal sebagai pusat peradaban dunia di Eropa. Berjalan-jalan di London sangat nyaman menggunakan tube Underground atau sebutan untuk MRT/Subway di London. Menurut saya tube ini sudah melayani hampir di semua titik di Kota London. Memang nyaman, namun tarifnya terhitung mahal (terutama bagi saya orang Indonesia T-T). Jaringan tube ini dibagi berdasarkan zone yaitu zone I, II, III, dan IV. Tiap zone memiliki tarif masing-masing. Jadi kalo Anda di zone I ingin ke zone IV biayanya tambah lagi. Kebanyakan objek-objek wisata berada di Zone I dan II dan ini dijadikan 1 paket di tarifnya. Tube Underground London ini sangat nyaman dan cepat dan benar-benar terintegrasi dengan stasiun, halte, juga airport. Cocok sekali untuk contoh perencanaan tranportasi di kota besar :)

London merupakan kota yang menurut saya sangat sukses memadukan sisi kuno dengan sisi modern. Sisi yang berbeda zaman itu terkesan menyatu dan tidak sendiri-sendiri. Salah satu perpaduan sisi kuno dan modern yang bagus adalah pemandangan satu arah melihat Big Ben dan melihat London Eye. Keren sekali!
London merupakan kota yang dibelah oleh sungai besar bernama Thames. Sungai ini menjadi saksi bisu perkembangan London mulai dari awal dibentuknya hingga sekarang ini. Thames lah "nyawa" dari kota London. Oya Sungai Thames bersih tapi warnanya coklat tidak biru atau bening. Mungkin dipengaruhi juga oleh pantulan gedung-gedung di London yang memang berwarna kusam coklat menunjukkan kekunoannya.

Bangunan Kota London yang Arsitekturalnya Kuno
Big Ben merupakan landmark London sepanjang masa. Bisa dibilang kalau belum ke sini berarti belum pernah ke London. Big Ben terletak berdampingan dengan House of Parliament atau MPRnya London dan juga berdekatan dengan Gereja Saint Cathedral. Berjalan sedikit lagi kita juga bisa mengunjungi Saint James Park yang merupakan taman bersejarah di London. Selain mengunjungi landmark-landmark tadi, ke London akan sangat worth it kalau mengunjungi museum-museum yang semuanya gratis. Museum di London semuanya bagis-bagus dan menarik. Musem yang saya kunjungi di antaranya National History Museum, Victoria & Albert Museum, dan British Museum. Ada pengalaman unik di National History Museum ketika saya di sana, securitynya menyapa kami dengan bahasa Indonesia, padahal dia tidak terlihat seperti orang Asia. Ternyata dia orang Inggris yang memiliki istri yang masih berdarah campuran Indonesia. Jadi dia tahu sedikit-sedikit tentang Indonesia.
Mengunjungi Natural History Museum
BIG BEN!! I was here

Gaya dulu di London Eye :P
Pemadangan Kota London
Mampir ke Stadion Emirates, tempat "Gudang Senjata" :P
Pedestrian di London sangat nyaman dan lebar. Sekitar 3-4 meter lebarnya. Di London pejalan kaki begitu dihormati layaknya di kota-kota negara maju lainnya. Tapi uniknya, menyeberang di London bebas di mana saja. Dengan catatan, kalau ada kenapa-kenapa Pemerintah tidak menanggungnya karena telah disediakan jalur penyeberang jalan. Kami sebagai orang Indonesia yang taat tentu saja menyeberang di zebra cross dan jalur penyeberangan yang disediakan hehehe :D Menurut amatan saya pedestrian di London tidak rindang. Pohon ada tapi tidak banyak. Ya mungkin karena London tidak beriklim terik layaknya Indonesia sebagai negara tropis. Namun street furniture di pedestrian London bisa dibilang sangat lengkap. Penerangan jalan sangat memadai saat malam. Ada kursi untuk duduk saat capek. Halte Bus dan Box Telepon khas London pun tidak luput di setiap titik. Walaupun entah menurut saya masih dipakai tidak ya itu box teleponnya karena sekarang masanya ponsel.
Box Telepon Khas London
Pedestrian di London

London, kota Idaman Para Pejalan Kaki
Jalur Penyeberangan Jalan

Yang paling menarik di kehidupan sosial London adalah hampir semuanya memakai iPhone! Blackberry dan headset lainnya jarang yang memakai. Mungkin di sana harganya murah karena ada kebijakan bundling dengan operator. Saya pernah baca di koran gratisan di stasiun London, ada iklan penawarn iPhone 4S seharga 1,2 Juta Rupiah lo! tapi harus kontrak langganan dengan oepartor lokal di sana selama setahun. Wah pantas saja penduduk London banyak yang memakai iPhone. Saat naik tube bisa dibilang pemandangan yang paling sering saya lihat adalah orang-orang yang sibuk ber-iPhone ria. Hmmm iriiii liatnya :P

London memiliki kebijakan yang unik untuk menjaga kepadatan (congestion) pusat kotanya. Jalan tol di London gratis! Jalan tol ini biasanya menghubungkan pusat kota dengan kawasan di luar kota seperti bandara atau objek-objek lainnya seperti stadion. Namun, masuk kota London terutama pusat kotanya terdapat tarif jalan (road pricing). Jadi saat masuk pusat kota ada kamera dan sensor yang mendeteksi plat mobil. Mobil yang belum membayar tarif tidak diperbolehkan masuk dan gerbang masuk kota tidak akan terbuka (bentuknya seperti tiang-tiang setengah badan pencegah kendaraan masuk di pedestrian, banyak terdapat di Jakarta atau di pedestrian sepanjang Kuta, Bali). Menurut saya ini efektif karena orang berpikir dua kali untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk masuk ke pusat kota. Ya efektif, asal uang yang masuk tidak dikorupsi tentunya. (ini masalah di negara kita!). Untuk parkir, boleh saya bilang parkir di London sangaaaaaaaaat penuh. Parkirnya semua berada on street di pinggir jalan. Bahkan saat saya di sana ada renovasi boulevard (separator pemisah lajur) untuk dijadikan lahan parkir.
Parkir on-street di London. eh ada motor juga lo!
London, merupakan kota yang sangat bisa kita jadikan contoh sebuah kota yang memiliki perencanaan yang sangat baik. Pemerintah London sangat peduli sekali dengan layanan publik. Backpacker di London tidak perlu takut tersesat karena saya hanya 10 hari saja sudah merasa seperti penduduk London. Informasi yang disediakan sangat lengkap dan informatif. Semoga kota-kota di Indonesia kelak bisa menyusul ya. Amin :)

Peta, Peta, Peta, Semua Informasi apapun Lengkap
Baca juga artikel saya sebelumnya tentang London:
[Silakan KLIK]
Nesos City: London Kota Tua yang Modern
Kompasiana:  London, Si Metropolitan yang Tua, Modern, dan Santai

8/11/11

Pertemuan Perencana Muda Se-Asia Pasifik

International Young Planners Forum atau yang bisa disingkat menjadi IYPF ini merupakan sebuah forum internasional yang diikuti oleh para perencana muda di Asia – Pasifik. Pertama kali diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2010. IYPF yang kedua diadakan pada tahun 2011 ini di Kota Yogyakarta, Indonesia selama 3 hari yaitu tanggal 13-15 Juli 2011. IYPF kali ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari perencana muda Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Australia. Dari Indonesia sendiri selain dari Young Planner IAP (Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia) juga diikuti mahasiswa dari ITB, Undip, UNS, UGM, dan ITS.

Foto Bareng Peserta IYPF
Pada IYPF tahun ini, panitia mengambil tema End of Cities alias bagaimana kita menyikapi hal-hal yang berkaitan era millenium ini yang mana penduduk di kota-kota besar semakin bertambah padat. Pada akhirnya segala persediaan kebutuhan semakin terbatas dan setiap orang harus saling bersaing untuk mendapatkannya. Untuk itulah diperlukan perencanaan yang tepat dan memperhatikan pembangunan berkelanjutan untuk mengatasi "kiamat dari kota-kota" ini.

Acara ini menarik sekali menurut saya karena kapan lagi para perencana-perencana muda dari 4 negara bisa berkumpul berdiskusi bersama. Dari keempat negara yang presentasi menurut saya presentator dari Singapura yang paling membuat semua peserta terkesima. Perencanaannya begitu mendetail dan mampu menampilkannya dengan sangat menarik. Ada dua presentator dari SIP (Singapore Institute of Planning) yaitu Wang Yan dan Hrydhal Damani. Wang Yan menjelaskan tentang pentingnya penyediaan air bersih di Singapura yaitu dengan prinsip ABC (Active, Beautiful, Clean Water). Penataan drainase beserta taman-taman kota begitu mencengangkan karena sangat rapi, bagus, dan canggih.

Ini yang Namanya Wan Yan (dua dari kiri)
Pada akhirnya acara IYPF ini bertujuan membuat sebuah kesepakatan dari perencana-perencana muda ini yang bernama Yogyakarta Action Plan. Kesepakatan itu berisi langkah-langkah yang seharusnya diambil dalam perencanaan kota yang berkelanjutan. Acara IYPF ini ditutup pada tanggal 15 Juli 2011 dengan melakukan field trip ke objek-objek wisata di Yogyakarta dan sekitarnya. Para bule-bule ini si pada milih ke Borobudur dan Prambanan. Ada juga yang memilih ke Merapi serta Keraton Yogyakarta.

Kesepakatan 4 Negara buat Yogyakarta Action Plan
Pilihan Favorit Para Peserta Bule: Borobudur
Mejeng lah di Depan Banner 2nd IYPF :P
Di Keraton Yogyakarta
Kira-kira akan ada The 3rd IYPF ga ya di tahun 2012? Barangkali dilaksanakan di Australia, wow pasti menyenangkan pengen ikutaaan! *langung nabung* :D

Foto Bareng Rayi RAN
NB: Oya di akhir acara malah ketemu sama RAN di hotel hahaha foto bareng deh :P

11/6/10

Perkembangan dan Arsitektur Kota Era Modern Awal

Sejarah perkembangan kota sudah ada sejak zaman pra-historis yang kemudian diikuti masa pra-industrial (romawi, gothic, dll), masa industrial (modern), hingga kini telah sampai di masa post-modern. Arsitektur dan morfologi kota di tiap masa mengalami perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan konsep pemikiran masyarakat di eranya. Contohnya pada masa pra-industrial, bangunan-bangunan memiliki keindahan ornament-ornamen khususnya untuk tempat ibadah dan istana. Konsep tersebut sesuai pada masa dahulu yang kebanyakan masih berupa kerajaan-kerajaan.

Masa modern awal (akhir abad 19 hingga tahun 1910an) merupakan cikal bakal dari perkembangan arsitektur kota pada masa sekarang. Masa ini bisa juga dibilang sebagai masa peralihan dari zaman pra-industrial, menuju masa pemikiran arsitektur modern. Di masa ini ditemukannya konmstruksi baja sebagai pembuatan bangunan. Negara-negara di Eropa telah mengembangkan konsep ini sebagai sebuah karya arsitektur yang rasional. Prinsipnya adalah fungsionalisme dan purisme. Fungsionalisme adalah konsep yang dicetuskan Louis Henry Sullivan yang memiliki makna bahwa bangunan-bangunan yang didirikan oleh arsitek harus berdasarkan fungsi utamanya. Dengan terpenuhinya fungsi bangunan maka keindahan arsitektur akan mengikutinya. Sedangkan purisme bermakna sebuah bangunan harus murni sesuai tujuannya.

sumber: skyscrapercity.com
Fungsionalisme: ornamen pada bangunan mulai dikesampingkan

Para pakar yang mencetuskan teori dan prinsip arsitektur di era ini mengkritik arsitektur pada masa sebelumnya yang terlalu “palsu”. Suatu bangunan didirikan hanya melihat nilai estetiknya saja. Ukiran-ukiran dan ornament bangunan terkesan menutupi fungsi aslinya. Maka dari itu cirri bangunan pada masa era modern awal ini sedikit menggunakan ornament, universal, sederhana, dan lebih mengedepankan fungsi bangunan itu sendiri.

Kota-kota yang menjadi sorotan pada masa modern awal ini adalah Paris dan London. Fungsi kotanya pada saat itu adalah sebagai kota industri. Prinsip industri ini juga mempengaruhi arsitektur kota yang mengutamakan kepraktisan dan efisiensi. Pola jalannya berupa diagram yang mencirikan kota terencana. Bangunan-bangunan yang berada di kota London dan Paris memperlihatkan kota yang modern dengan fungsi bangunan yang beragam (tidak hanya mengutamakan istana dan peribadatan). Perkembangan kota berdasarkan peningkatan permukiman akibat revolusi industri yang menyerap banyak arus urbanisasi. Permukiman kumuh yang padat berada di dalam kota, sedangkan permukiman elite berada di pinggiran kota menjauhi lokasi-lokasi pabrik berada.

Pola kota masa modern awal

Bangunan-bangunan di kota Paris dan London yang dibangun pada zaman modern awal ini masih banyak kita jumpai sekarang. Di paris terdapat stasiun katedral yang didirikan pada abad ke-19 yang masih berdiri hingga sekarang. Contoh paling konkrit lainnya adalah Menara Eiffel yang berkonstruksi baja yang masih kokoh hingga sekarang. Monument tersebut memang menjadi monumen penanda dimulainya modernisasi kota Paris. Begitu juga dengan bangunan di London yang hingga sekarang masih memiliki nilai historis yang tinggi seperti Jembatan London, Big Ben, dll.

Jalanan Kota Paris

sumber: ppimi.org
Bangunan akhir abad 19 masih kokoh berdiri: Eiffel, penanda modernisasi Paris

sumber: old.fedcan.ca
Kota London yang modern

Pada umumnya kota dengan bangunan masa modern awal ini masih bertahan hingga sekarang. Kunci dari masih bertahannya kota-kota dengan arsitektur modern awal ini adalah karena bangunan yang ada berprinsip pada fungsinya sesuai prinsip fungsionalisme, tetapi tetap memiliki nilai estetis sedikit ornament sebagai peninggalan zaman pra-modern. Pada masa-masa berikutnya bangunan lebih disempurnakan lagi dengan teori-teori lainnya yang sesuai dengan pemikiran masyarakat pada masa tersebut.

sumber:
Answer.com
Gallion, Arthur B, Simon Eisner. 1996. Pengantar Perancangan Kota: Jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga

9/4/10

London, Kota Tua yang Modern

London dengan sungai Thames yang terkenal

London adalah ibu kota Britania Raya (United Kindom of Great Britain) yang lebih dikenal sebagai Inggris. Kota ini kini telah menjadi kota kelas dunia yang merupakan pusat pemerintahan, hiburan, bisnis, dan fungsi-fungsi kota metropolitan lainnya. Sungai Thames yang membelah di sepanjang kota adalah saksi bisu dari perkembangan kota London hingga sekarang ini. Pemilihan topik London dalam review ini karena London begitu menarik menyimpan berbagai macam sejarah dalam perkembangan kotanya, bahkan sempat hancur kemudian dibangun lagi. London bukanlah kota modern, tetapi kota tua yang kemudian berubah menjadi modern.

Perkembangan kota London berawal pada saat bangsa Romawi tiba tahun 43 SM. Mereka membangun kota Londonium yang bertembok di pinggir sungai Thames serta membangun sebuah jembatan untuk menjadi gerbang kota. Setelah abad ke-5 bangsa Romawi meninggalkan kota sehingga London menjadi kota mati. Kemudian pada abad ke-9 kota dibangun kembali oleh Raja Alfred Agung. Pada tahun 1066 London diinvasi oleh William Sang Penakluk. Kemudian para penduduk kota London (Londoners) mengangkat ia menjadi Raja. Willian Sang Penakluk kemudian membangun menara-menara untuk pertahanan kota.

Kota London makmur berkat keberadaan sungainya yaitu sungai Thames. Perdagangan “mengalir” dari sungai ini yang kemudian menggerakkan roda perekonomian. Pedangang-pedagang melakukan aktivitasnya di sekitar sungai. Para penjabat juga membangun rumah-rumahnya di tepi sungai. Meningkatnya perdangan yang pesat kemudian menjadikan nama jalan-jalan di kota London sesuai nama dagangan yang dijual di sana misal Milk Street, Goldsmith Street, dll.

Suatu musibah terjadi di kota London yaitu wabah penyakit yang diakibatkan karena kota London yang sangat padat dan kumuh. Wabah tersebut menyerang pada tahun 1665 dan menyebabkan 100000 korban meninggal. Selang 1 tahun kemudian kebakaran hebat terjadi pada tahun 1666 yang kemudian dikenal sebagai Great Fire of London. Kebakaran tersebut telah menghanguskan sebagian besar kota London.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=239091061
Wilayah yang hancur akibat kebakaran besar 1666

Kedua bencana tersebut kemudian mengharuskan pemerintah membangun kembali kota London. Salah satu arsitek terkenal di Inggris yaitu Sir Christoper Rent mencoba mengajukan rancangan pembangunan kotanya yang merencanakan kota London yang lebih leluasa. Namun, rencana ini ditolak. Walaupun begitu, Rent masih tetap mempunyai kesempatan membangun London. Rancangannya yang masih berdiri hingga saat ini yaitu katedral terbesar di London, St. Paul.

Kota London terus berkembang melakukan pembangunan. Di antaranya Westminster yang berkembang menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Ratu Elizabeth. Kebakaran besar pada tahun 1666 secara tidak langsung memperluas wilayah kota London, sebab selain dibangun kembali, para pedagang yang rumahnya terbakar membangun pemukiman baru di bagian barat kota. Wilayah ini kemudian lebih dikenal dengan The West End. Sementara bagi kaum buruh dan masyarakat golongan menengah ke atas, mereka memilih untuk membangun pemukiman di The East End di ujung timur. Keberadaan Jembatan London yang terlalu padat (karena dahulu didirikan rumah susun di atas jembatan) juga dihancurkan dan digantikan dengan desain yang lebih baik. Kereta bawah tanah juga dibangun untuk mengantisipasi transportasi akibat padatnya penduduk.

sumber: http://deyeah.blogspot.com
London kini yang modern dengan landmarknya masa lalu, Big Ben,
berdampingan dengan landmark modern, London Eye

Perkembangan kota London terus berjalan hingga menjauhi sungai Thames. Bangunan modern juga telah banyak bermunculan dengan arsitektur yang menyesuaikan nilai historis kota. London berkembang maju, tetapi tidak melupakan sejarahnya.

Info lebih lanjut tentang kota London secara visual terangkum lengkap di VCD produksi Discover Channel yang berjudul We Built This City: London. Harganya IDR 79.000 bisa dibeli di toko film terdekat. Di sini dibahas lengkap semua tentang London dengan sejian visual yang sangat menarik. :)



sumber artikel: kolom kita (2009)

7/18/10

Seminar Nasional ASPI 2010


Wow ga nyangka alhamdulillah saya berkesempatan ikutan seminar nasional ini. yap seminar ini diadakan oleh ASPI alias Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia. ASPI ini terdiri dari anggotanya yang sekitar >30 sekolah perencanaan di seluruh Indonesia (maaf lupa tepatnya berapa hehe). Dari ujung barat ampe ujung timur Indonesia yang mmpunyai sekolah perencanaan bergabung di sini. jadi bisa dibayangkan gmn hebohnya seminar nasional ini.

seminar kali ini diadakan tanggal 23-24 Juni 2010 diselenggarakan di kampus PWK Undip Semarang. harga tiket masuknya Rp100.000 bagi mahasiswa. itu udah dapet fasilitas makan siang, tas, buku rangkuman seminar dan susunan acara, notebook, bolpen, CD file-file presentasi. beruntung di kampus skrg ada ruang seminar yang bagus banget jadi ga malu-maluin dan pantes buat diadain sebuah seminar nasional ini :D seminar ini diadain 2 hari, hari pertama buat bener-bener seminar dan psertanya umum dari mahasiswa ampe dosen. kalo yang hari kedua kayak rapat kerja dan diskusi tertutup antara pengurus ASPI. okee untuk selanjutnya saya akan bahas seminar hari pertama yaaa...

yang paling berkesan dari seminar ini bagi saya seorang mahasiswa yang paling muda adalah saya bisa bertemu dengan orang-orang di sekolah perencanaan lainnya. saya jadi merasa "hey, We are big!" yeeeaah itu bener-bener ngebanggain banget. selain itu ini pengalaman pertama saya untuk ikutan seminar berskala nasional looo hahaha... yang pasti seminar ini heboh banget. kalo udah dibuka sesi pertanyaan, mungkin karena pesertanya kritis2 jadinya nanya pada ngangkat tangan sambil ribut2 setengah maksa. hebooooh...

seminar ini dibagi jadi 3 tema. oooh saya lupa lagi tema 1-3 apa. hmmm yang pasti tema 1 ttg mazhab perencanaan, 3 ttg praktik perencanaan, 2 ttg apa yaaa? lupa maaf yaaa hehehe. Saya ikut yang tema 1 yaah karena saya sebagai mahasiswa masih "cetek" ilmunya jadi ikut yang saya mudeng aja lah..

Tema yang sangat bersahabat dengan mahasiswa seperti saya :)

di tema 1 ini saya ga salah pilih juga loo. ternyata yang masuk dan ikutan malah ketua ASPI sendiri, ketua jurusan PWK undip, pembantu dekan II FT undip, dan petinggi2 lainnya. dan seminarnya pun sangat menakjubkan. semua presentator menampilkan hal-hal yang bener-bener menambah pengetahuan ttg ilmu perencanaan. ada yang presentasi ttg pembangunan kawasan tamansari di bandung menjadi lokasi RTH (ruang terbuka hijau), trus Surabaya menjadi compact city, ada juga dari Universitas Tarumanegara yang memperkenalkan jurusannya yang PWK tapi terkonsentrasi pada real estate. hmmm seru2 semuaaaa!! I'm so excited! sumpah nyesel banget yang pada ga ikut hehehe..

trus juga ada pameran banner dan hasil-hasil karya dari studi PWK di undip dan kampus2 lainnya. semuanya bener-bener tersaji rapi dan bener-bener bkin saya sebagai seorang mahasiswa planologi sejati (halaaah) terkagum-kagum. selamat buat ASPI, selamat juga buat Undip sebagai penyelenggara yang sukses.

Karya-karya mahasiswa PWK. mayoritas si dari Undip hehe

NB: maaf fotonya ga banyak. ntar kalo udah minta sang fotografer saya upload semuanya yaa :)