9/4/10

London, Kota Tua yang Modern

London dengan sungai Thames yang terkenal

London adalah ibu kota Britania Raya (United Kindom of Great Britain) yang lebih dikenal sebagai Inggris. Kota ini kini telah menjadi kota kelas dunia yang merupakan pusat pemerintahan, hiburan, bisnis, dan fungsi-fungsi kota metropolitan lainnya. Sungai Thames yang membelah di sepanjang kota adalah saksi bisu dari perkembangan kota London hingga sekarang ini. Pemilihan topik London dalam review ini karena London begitu menarik menyimpan berbagai macam sejarah dalam perkembangan kotanya, bahkan sempat hancur kemudian dibangun lagi. London bukanlah kota modern, tetapi kota tua yang kemudian berubah menjadi modern.

Perkembangan kota London berawal pada saat bangsa Romawi tiba tahun 43 SM. Mereka membangun kota Londonium yang bertembok di pinggir sungai Thames serta membangun sebuah jembatan untuk menjadi gerbang kota. Setelah abad ke-5 bangsa Romawi meninggalkan kota sehingga London menjadi kota mati. Kemudian pada abad ke-9 kota dibangun kembali oleh Raja Alfred Agung. Pada tahun 1066 London diinvasi oleh William Sang Penakluk. Kemudian para penduduk kota London (Londoners) mengangkat ia menjadi Raja. Willian Sang Penakluk kemudian membangun menara-menara untuk pertahanan kota.

Kota London makmur berkat keberadaan sungainya yaitu sungai Thames. Perdagangan “mengalir” dari sungai ini yang kemudian menggerakkan roda perekonomian. Pedangang-pedagang melakukan aktivitasnya di sekitar sungai. Para penjabat juga membangun rumah-rumahnya di tepi sungai. Meningkatnya perdangan yang pesat kemudian menjadikan nama jalan-jalan di kota London sesuai nama dagangan yang dijual di sana misal Milk Street, Goldsmith Street, dll.

Suatu musibah terjadi di kota London yaitu wabah penyakit yang diakibatkan karena kota London yang sangat padat dan kumuh. Wabah tersebut menyerang pada tahun 1665 dan menyebabkan 100000 korban meninggal. Selang 1 tahun kemudian kebakaran hebat terjadi pada tahun 1666 yang kemudian dikenal sebagai Great Fire of London. Kebakaran tersebut telah menghanguskan sebagian besar kota London.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=239091061
Wilayah yang hancur akibat kebakaran besar 1666

Kedua bencana tersebut kemudian mengharuskan pemerintah membangun kembali kota London. Salah satu arsitek terkenal di Inggris yaitu Sir Christoper Rent mencoba mengajukan rancangan pembangunan kotanya yang merencanakan kota London yang lebih leluasa. Namun, rencana ini ditolak. Walaupun begitu, Rent masih tetap mempunyai kesempatan membangun London. Rancangannya yang masih berdiri hingga saat ini yaitu katedral terbesar di London, St. Paul.

Kota London terus berkembang melakukan pembangunan. Di antaranya Westminster yang berkembang menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Ratu Elizabeth. Kebakaran besar pada tahun 1666 secara tidak langsung memperluas wilayah kota London, sebab selain dibangun kembali, para pedagang yang rumahnya terbakar membangun pemukiman baru di bagian barat kota. Wilayah ini kemudian lebih dikenal dengan The West End. Sementara bagi kaum buruh dan masyarakat golongan menengah ke atas, mereka memilih untuk membangun pemukiman di The East End di ujung timur. Keberadaan Jembatan London yang terlalu padat (karena dahulu didirikan rumah susun di atas jembatan) juga dihancurkan dan digantikan dengan desain yang lebih baik. Kereta bawah tanah juga dibangun untuk mengantisipasi transportasi akibat padatnya penduduk.

sumber: http://deyeah.blogspot.com
London kini yang modern dengan landmarknya masa lalu, Big Ben,
berdampingan dengan landmark modern, London Eye

Perkembangan kota London terus berjalan hingga menjauhi sungai Thames. Bangunan modern juga telah banyak bermunculan dengan arsitektur yang menyesuaikan nilai historis kota. London berkembang maju, tetapi tidak melupakan sejarahnya.

Info lebih lanjut tentang kota London secara visual terangkum lengkap di VCD produksi Discover Channel yang berjudul We Built This City: London. Harganya IDR 79.000 bisa dibeli di toko film terdekat. Di sini dibahas lengkap semua tentang London dengan sejian visual yang sangat menarik. :)



sumber artikel: kolom kita (2009)

No comments:

Post a Comment

We highly appreciate your opinion!
Terima kasih atas komentarnya!